KEJAKSAAN TINGGI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
SELAMAT DATANG DI ZONA INTEGRITAS WILAYAH BEBAS KORUPSI KEJAKSAAN TINGGI D.I. YOGYAKARTA
Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta , I Gde Ngurah Sriada, menghadiri kegiatan Silaturahmi Idulfitri Gubernur dan Wakil Gubernur DIY bersama masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang diselenggarakan di Taman Budaya Gunungkidul pada Rabu (08/04). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat setelah perayaan Idulfitri, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah yang harmonis dan berdaya saing.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan pesan reflektif kepada masyarakat agar tidak terjebak menjadi bangsa yang “pendek akal” akibat kebiasaan mereproduksi ujaran kebencian dan berita bohong. Ia menekankan bahwa di tengah derasnya arus informasi pada era digital saat ini, masyarakat dituntut untuk mampu menjaga akal sehat, berpikir kritis, serta bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Menurutnya, maraknya fenomena penyebaran konten negatif berpotensi merusak kualitas nalar publik apabila tidak disikapi dengan kedewasaan dan tanggung jawab.
“Jika greget saut yang menyematkan ujaran kebencian terus-menerus direproduksi, saya khawatir kita akan menjadi bangsa pendek akal, bangsa gosip,” ujar Sri Sultan, mengingatkan pentingnya menjaga etika komunikasi di ruang publik, baik secara langsung maupun melalui media digital.
Sebagai langkah konkret, Sri Sultan mengajak para pemuka agama dan kalangan pendidik untuk berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menegaskan bahwa masjid serta lembaga pendidikan harus menjadi pusat pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Para takmir masjid dan tenaga pendidik diharapkan mampu menyisipkan pesan-pesan cinta tanah air, toleransi, serta semangat persatuan dalam setiap khotbah dan proses pembelajaran. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk meneladani ajaran Sunan Gunung Jati tentang pentingnya proses tinalesih (mengkaji secara mendalam) dan musyawarah sebagai landasan dalam mengambil keputusan yang bijaksana.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga dalam menjaga persatuan, meningkatkan kualitas kehidupan sosial, serta menghadapi tantangan zaman dengan sikap yang cerdas dan berintegritas.

