May 9, 2026
SBS_0160 (Large)

Kajati DIY, I Gde Ngurah Sriada, S.H., M.H., memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) Tahun 2026 pada Rabu, 6 Mei 2026, di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta. Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh Wakajati DIY Dr. Desy Meutia Firdaus, S.H., M.Hum., para pejabat utama, pejabat struktural, serta seluruh pegawai di lingkungan Kejati DIY.

Dalam kesempatan tersebut, Kajati DIY membacakan amanat tertulis Jaksa Agung Republik Indonesia, ST. Burhanuddin, selaku Pelindung PERSAJA. Peringatan HUT ke-75 tahun ini mengusung tema “PERSAJA sebagai Hiposentrum Penguatan Kejaksaan Republik Indonesia dalam Mengawal Kedaulatan dan Stabilitas Nasional,” yang menegaskan posisi strategis PERSAJA sebagai pilar penting dalam memperkuat institusi Kejaksaan sebagai garda terdepan penegakan hukum.

Dalam amanatnya, Jaksa Agung menyampaikan bahwa PERSAJA yang telah berdiri selama 75 tahun, sejak dipelopori oleh R. Soeprapto, memiliki peran historis dan signifikan dalam mempersatukan korps Adhyaksa. Keberadaan PERSAJA tidak hanya sebagai wadah organisasi profesi, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai integritas, etika, dan kehormatan profesi jaksa.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kejaksaan saat ini merupakan salah satu lembaga penegak hukum yang memperoleh tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Capaian tersebut harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui kinerja yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Tahun 2026 juga menjadi momentum penting bagi institusi Kejaksaan dengan adanya dinamika penerapan hukum baru. Oleh karena itu, para jaksa dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat, meningkatkan kepekaan terhadap perkembangan hukum dan sosial, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dan berkeadilan melalui mekanisme keadilan restoratif.

Selain itu, Jaksa Agung menekankan pentingnya memperkuat jiwa korsa, soliditas, dan kolaborasi di antara seluruh insan Adhyaksa. Sinergi internal dinilai menjadi kunci dalam menjaga marwah institusi serta meningkatkan kualitas penegakan hukum di Indonesia.

Menutup amanatnya, Jaksa Agung mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan. “Jadilah seperti rantai yang saling menguatkan, kokoh karena bersama, kuat karena bersatu,” demikian pesan yang dibacakan dalam upacara tersebut, sebagai pengingat akan pentingnya solidaritas dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *