Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan Masyarakat (Pakem) DIY terus melakukan pengawasan terhadap eks Gafatar. Selain memastikan mereka tidak kembali melakukan eksodus, pengawasan itu juga untuk antisipasi perekrutan anggota baru. “Evaluasi akan kami lakukan dalam jangka waktu lama, mungkin bisa sampai satu tahun. Jangan sampai kepulangan mereka justru akan mempengaruhi warga lingkungan sekitar tempat tinggalnya,” kata Asisten Intelijen Kejati DIY Drs. Joko Purwanto, SH, Rabu (3/2).
Data informasi yang dia terima saat ini masih ada 17 eks Gafatar yang ditampung di Youth Center Mlati, Sleman. Alasannya, belum diketahui daerah asal mereka dan tidak ada sanak keluarga. Saat didata, mereka menyatakan keinginan untuk tinggal dan bekerja di Sleman. Namun permintaan itu ditolak karena para pengungsi tersebut tidak memiliki identitas yang jelas, sehingga dikhawatirkan menyulitkan pemda setempat. Dalam waktu dekat, sejumlah instansi terkait akan melakukan koordinasi untuk membahas langkah tindak lanjut atas persoalan itu. “Secepatnya akan dilakukan evaluasi untuk memutuskan dimana mereka tinggal,” imbuh Joko.
Selain 17 pengungsi tersebut, di gedung Youth Center saat ini juga ada tambahan 40 eks Gafatar. Mereka tiba di Sleman pada Selasa (2/2) malam setelah dipulangkan dari asrama Donohudan, Solo. Dilaporkan ada salah satu pengungsi dalam kondisi sakit, dan kini dirawat di RSJ Ghrasia Pakem Sleman dengan didampingi ibunya. Selama berada di rumah sakit, tim tetap memberikan pengawasan.
Sementara, 38 pengungsi lain yang masuk gelombang eksodus tahap dua, mulai Rabu (3/2) menjalani pembinaan oleh tim Pemprov DIY hingga tiga hari kedepan.
Terpisah, Kasi Bantuan Sosial Korban Bencana Dinsos DIY Sigit Alfianto mengatakan, pemerintah Kabupaten/Kota diminta untuk terus mengawasi aktivitas eks Gafatar setelah dikembalikan ke keluarga. “Pendampingan untuk meluruskan kembali pemikiran mereka perlu terus dilakukan, tidak hanya saat berada di penampungan,” katanya. Menurut dia, hal lain yang perlu mendapat perhatian menyangkut masalah pendidikan anak eks Gafatar. Dari hasil pengamatan selama di Youth Center, anak-anak itu menyatakan ingin bersekolah layaknya anak seumuran mereka. (Am/Dm)